Selasa, 15 Mei 2012
Lagi, Situs Resmi DPRD Jatim Dihack
itus resmi DPRD Provinsi Jatim sempat dibobol hacker, Senin (16/4) pagi tadi. Otomatis, situs beralamat dprd.jatimprov.go.id tersebut tidak bisa diakses. Menurut pakar politik, hal itu terjadi karena kekecewaan masyarakat terkait kinerja dewan. Apalagi, pembobolan situs dewan Jatim kali ini bukan yang pertama kali.
Situs yang mengabarkan hasil kinerja dewan tersebut dibobol oleh hacker yang menamakan diri ‘Brothers Team.’ Dalam tampilan disebutkan anggota Brothers Team tersebut ada empat orang, antara lain Mr Exe, QRoooSHa, Dr3zf, dan TMT Reko. Dalam pesannya, hacker-hacker tersebut memastikan tidak akan perna berhenti menghacker situs dewan tersebut.
”Ini bukan sebuah keisengan. Kejadian itu (situs dewan yang dihack), Red merupakan sebuah warning dari masyarakat terhadap perilaku para anggota dewan. Dari kejadian itu mestinya para anggota dewan bisa berbenah diri,” ujar Gitadi Tegas, pakar politik dari Universita Airlangga (Unair) Surabaya, pagi tadi.
Menurut dia, selama ini banyak masyarakat dikecewakan terkait prilaku dan sikap yang ditunjukan para anggota dewan, pasalnya banyak anggota dewan sudah tidak memihak rakyat, dan melupakan semua janjinya saat berkampanye dulu. ”Perilaku dan sikap yang ditunjukkan menumbuhkan kekecewaan cukup besar, dan ini merupakan sebuah peringatan kecil bagi para anggota dewan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Gitadi menjelaskan fenomena seperti itu mengadung sebuah pesan terhadap instansi tersebut. “Saya menyangkal jika ini dilihat seperti sebuah keisengan semata, saya kira ini merupakan sebuah reaksi kecil dari beberapa anggota masyarakat, yang menyimpan kekecewaanya selama ini,” tandasnya.
Sementara itu, Mahmud Arif, Staf Bagian Humas DPRD Provinsi Jatim mengungkap pihaknya belum mengetahui masalah ini. “Wah, kita belum tahu mas, karena kita belum sempat memeriksa situs resmi kita. Hal seperti itu sangat sering terjadi, bahkan kami sudah lupa berapa kali kena situs kita di-hacking para hacker-hacker, terakhir beberapa bulan lalu. Karena haker, upaya menginfokan kegiatan para anggota dewan jadi terganggu,” ujarnya.
Selain sebagai bukti kekecewaan masyarakat terhadap kinerja anggota dewan. Fenomena itu juga menunjukkan lemahnya keamanan dari sektor Informasi Teknologi (IT) yang selama ini masih dibiayai oleh negara.
Menggapai hal tersebut, Mahmud Arif mencoba mengelak terkait lemahnya pengamanan. “Mengenai tujuan mereka kita tidak tahu pasti, karena mereka sendiri hanya merusak situs kami tanpa meninggalkan pesan yang lebih jelas, tugas kami hanya memberi pelayaan info terhadap masyarakat terkait kegiatan para anggota dewan,” pungkasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar