LONDON (ANP) - Website milik Kementerian Dalam Negeri Inggris tidak bisa dibuka pada sabtu malam waktu setempat (07/04). Melalui Twitter, kelompok hacker Anonymous mengaku sebagai dalang di balik kejadian tersebut. Kementerian kini tengah menyelidiki pengakuan tersebut.
Para pengunjung website mendapati halaman website tidak dapat dibuka dengan alasan lalu lintas data yang terlalu padat. "Itulah ganjaran atas usulan pengawasan yang kejam dari kalian", tulis Anonymous dalam Twitternya.
Pemerintah Inggris dihujani kritik menyusul usulan supaya dinas intelejensi diizinkan mengawasi percakapan telepon, surat, sms, dan para pengunjung website. Dengan cara tersebut, pemerintah berharap bisa menindak pelaku kejahatan dan terorisme.
© ANP/AFP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar