Kelompok hacker atau peretas Anonymous mengaku bertanggung jawab atas serangan yang mematikan website atau laman daring resmi Formula 1. Aksi tersebut sebagai protes atas keputusan Formula 1 menggelar Grand Prix Bahrain pada akhir pekan.
Kelompok itu juga menyerang laman daring F1-racers.net. Halaman depan laman daring itu diganti dengan pesan, "Otoritas balap Formula 1 menyadari mengenai kondisi HAM di Bahrain, namun tetap memutuskan untuk berkontribusi terhadap aksi kekerasan yang dilakukan rezim kepada warga sipil. Karenanya, F1 harus dihukum."
Grand Prix Bahrain akan tetap digelar meski terjadi bentrokan berdarah antara polisi antihuru-hara dan para demonstran yang merasa balapan itu harus dibatalkan hingga Pemerintah Bahrain menghentikan pelanggaran HAM dan melakukan reformasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar