RANGKAIAN kegiatan demonstrasi bertepatan dengan tiga hari penyelenggaraan Formula satu di Bahrain akhirnya menelan korban jiwa. Sedikitnya satu orang tewas. Sebelum race GP F1 Bahrain digelar, terjadi keributan di salah satu sudut di ibukota Bahrain, Manama.
Polisi menggunakan gas air mata untuk menghalau masa yang melemparkan bom molotov pada para petugas dan berusaha untuk masuk terus ke jantung kota Manama. Apa yang terjadi setelah keributan itu? Masih tidak jelas.
Namun apa yang terjadi pada Sabtu pagi, salah satu demonstran bernama Salah Abbas Habib ditemukan tewas di atap sebuah gedung. Rekannya mengatakan dia tewas karena tertembak.
Masih terkait dengan keributan jelang F1, serangan juga terjadi di dunia maya. Sabtu malam sebelum race digelar, seseorang yang tak memakai nama "Anonymous" menghack situs resmi F1 dan FIA dengan menambahkan beberapa kata yang menuliskan tentang race seharusnya tidak digelar di negara yang dalam kondisi ada keributan politik sehingga dimanfaatkan untuk meredam protes.
Namun bos asosiasi balapan F1, Jean Todt tetap mempertahankan keputusannya menggelar balapan F1 Bahrain. "Dari pandangan kami secara rasional, tak ada alasan untuk merubah rencana kami dan membatalkan race," katanya di BBC.
F1 pun tetap digelar dari latihan bebas, kualifikasi, dan racenya malam tadi. Meski ada keributan di sekitar Bahrain. Pembalap Red Bull, Sebastian Vettel memulai balap dari pole positions karena sukses jadi pembalap tercepat di kualifikasi. (Tribunnews/mba)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar