Pages

Senin, 16 April 2012

Apple 'Kecolongan' di Mac?

Beberapa tahun yang lalu memiliki Mac tentu mempunyai kebangggaan tersendiri, dengan klaim 'bebas virus'. Kini malware mulai menyerang Mac. Apple telah kecolongan?

Trojan 'Flashback' yang baru diumumkan, dan menyerang Mac ternyata sangat membahayakan. Apa saja bahayanya? Ada lebih dari 650 ribu komputer Mac yang terinfeksi trojan Flashback, yang mulai beredar pekan lalu.

Meskipun pihak Apple sudah mengeluarkan peringatan demi pencegahan penyebaran Trojan tersebut, tetap saja Flashback masih beredar banyak. Trojan saat ini berpotensi melakukan pengrusakan besar, seperti mencuri data perbankan dan sistem login-nya.

Trojan dirancang untuk menyamarkan dirinya sebagai installer Adobe Flash Player, dengan menggunakan logo Flash player. Setelah meng-install-nya, malware tersebut langsung mengambil nama dan password yang tersimpan di dalam Mac.

Trojan Flashback baru-baru ini digunakan untuk menginfeksi komputer dan dikendalikan untuk mendistribusikan melalui sebuah botnet disebut Flashfake. Pihak Apple mengatakan bahwa mereka sedang menyiapkan 'senjata' untuk memerangi virus di komputer Mac. Apple melalui senjata ini juga berencana memperbaiki jaringan di balik serangan hack tersebut.

Selain itu, Apple juga mengatakan bahwa pihaknya sudah tahu kelemahan dari virus tersebut, dan kini berusaha memusnahkannya. "Kami kini sedang mengembangkan software yang dapat mendeteksi dan memindahkan malware Flashback," tulis pihak Apple di blog resmi mereka.

Meski sudah memberikan respon atas serangan tersebut, tapi banyak kritikus yang menyebut bahwa aksi tersebut masih tergolong lamban. Pihak-pihak keamanan internet menyatakan bahwa Apple lamban dalam menangani serangan malware yang menyerang sekira 600 ribu unit komputer Mac.

Sementara dari pihak Apple mengatakan bahwa mereka telah menemukan Malware berjenis 'Flashback' yang mampu mengeksploitasi celah, contohnya seperti di software Java dari Oracle Corp. Setelah menemukan hal tersebut, Apple kini sedang mengembangkan software untuk mendeteksi dan mengeliminasi Flashback.

Meskipun begitu, pihak Apple enggan untuk memberitahukan informasinya secara rinci. Apakah dengan hal ini bisa disebut sebagai 'kecolongan'? Pengguna lah yang menentukan. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar